Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Hukum Trisakti merupakan salah satu organisasi mahasiswa ekstrakulikuler yang terdapat pada Universitas Trisakti. GMNI sendiri telah berdiri sejak 23 Maret 1954 di Surabaya dengan gagasan lahirnya di Jakarta. GMNI sendiri adalah sebuah organisasi hasil penggabungan atau peleburan dari 3 organisasi mahasiswa yang telah ada sebelumnya yaitu Gerakan Mahasiswa Marhaen (Yogyakarta), Gerakan Mahasiswa Merdeka (Surabaya), dan Gerakan Mahasiswa Demokrat Indonesia (Jakarta).

Pasca Kongres Ambon pada tahun 2019, struktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI mengalami perpecahan yang menimbulkan dualisme kepemimpinan pada perioder pengurus 2019-2022. Kedua kubu yang di maksud yaitu Ketua Umum Imanuel Cahyadi dan Sekretaris Jenderal Soejahri Somar serta kubu Ketua Umum Arjuna Putra Aldino dan Sekretaris Jenderal M.Ageng Dendy Setiawan. Namun setelah terjadinya perpecahan akhirnya Kemenhumham Republik Indonesia memberikan pengakuan kepada kepengurusan kubu Arjuna dengan menerbitkan Surat Keputusan (SK) dengan nomorAHU-0000510.AH.01.08.Tahun 2020.

Lambang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) memiliki bentuk perisai dengan bentuk enam sudut, tiga sudut pada bagian atas dan tiga sudut pada bagian bawah. Pada tiga sudut bagian atas melambangkan tiga sila (trisila) marhaenisme dengan ideologi yang di ciptakan oleh Soekarno yang menjadi ideologi resmi yang di anut oleh organisasi GMNI. Ideologi yang di miliki oleh GMNI yaitu Sosionasionalisme, Sosio-demokrasi, dan Ketuhanan yang Berkebudayaan. Sementara 3 sudut pada bagian atas memiliki lambang dengan arti tridharma perguruan tinggi yaitu: pendidikan, penelitian, dan pengabdian.

Warna merah dan putih pada lambang GMNI merupakan sebuah representasi dari Bendera Republik Indonesia Merah Putih. Merah memiliki arti berani dan warna putih yang memiliki arti suci, sementara itu warna hitam memiliki keteguhan. Pada lambang terdapat Bintang yang memiliki lambang keluhuran cita-cita organisasi. Kemudian terdapat Banteng yang memiliki simbol dari rakyat marhaen yang bermakna GMNI hadir untuk membela kaum marhaen.

Fakultas Hukum adalah salah satu Fakultas di dalam lingkup Universitas Trisakti yang keberadaannya bersamaan dengan di dirikannya Universitas oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 29 November 1965 oleh Dr.  Syarif Thayeb selaku Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan pada Nomor : 013/dar.Tahun 1965 juncto Nomor: 014/dar.Tahun 1965.

Nama "Trisakti" merupakan sebuah pemberian serta juga buah pikiran yang di hasilkan oleh Dr. Ir. Soekarno Presiden pertama Republik Indonesia yang memiliki kandungan makna di antaranya yaitu :

  • Berdaulat di bidang politik.
  • Berdikari di bidang ekonomi.
  • Berkepribadian di bidang kebudayaan.

SIFAT ORGANISASI

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia memiliki sifat intelektual, kekeluargaan, independen dan juga bersifat terbuka dengan menyelenggarakan komunikasi berkelanjutan setiap anggotanya. Dengan menghormati status, kedudukan, fungsi, aspirasin politik dan organisasi yang telah di ikuti oleh masing-masing anggota dengan menjaga kebersamaan dan keharmonisan.

TUJUAN ORGANISASI

Tujuan di dirikannya Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fakultas Hukum Trisakti adalah sebagai berikut :

  • Mempertahankan Pancasila dan UUD 1945 sebagai Ideologi dan Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan memperkokoh Bhinneka Tunggal Ika.
  • Memelihara dan mengembangkan jiwa, semangat dan wawasan kebangsaan.
  • Berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional untuk meningkatkan kesejahteraan, keadilan, kehidupan demokrasi dan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila 1 Juni 1945.
  • Memajukan nilai dan norma-norma yang baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  • Memperkuat posisi politik rakyat dengan kegiatan nyata dan terorganisir.
  • Membangun aliansi strategis dengan semua kekuatan bangsa yang memiliki komitmen terhadap Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.